Presentation is loading. Please wait.

Presentation is loading. Please wait.

Mengendalikan Cemburu ( Al-Ghairah ) adalah tindakan menahan diri untuk tidak khawatir dalam ketidaksukaan atas keterlibatan Sesuatu Yang lain, agar supaya.

Similar presentations


Presentation on theme: "Mengendalikan Cemburu ( Al-Ghairah ) adalah tindakan menahan diri untuk tidak khawatir dalam ketidaksukaan atas keterlibatan Sesuatu Yang lain, agar supaya."— Presentation transcript:

1

2 Mengendalikan Cemburu ( Al-Ghairah ) adalah tindakan menahan diri untuk tidak khawatir dalam ketidaksukaan atas keterlibatan Sesuatu Yang lain, agar supaya tidak merugikan dirinya dimasa kini maupun dimasa yang akan datang. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah.

3 "Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu'min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya" (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

4 “Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya,wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i,Hakim,Baihaqi & Ahmad). Dayuts adalah suami/kepala keluarga yang tidak cemburu terhadap istrinya.

5 Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud; Ada sifat cemburu yang disukai Allah dan ada sifat cemburu yang dimurkai Allah. Cemburu yang disukai Allah ialah cemburu pada perkara yang mecurigakan. Manakala cemburu yang dimurkai Allah ialah cemburu pada perkara tidak mencurigakan/tidak dilandasikeraguan. (Riwayat Abu Daud).

6 “Tidak ada satupun sosok yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7 “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8 “Seorang Mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah lebih besar rasa cemburunya daripada dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9 Nabi Muhammad sangatlah pencemburu. Hal ini tergambar dalam kisah Sa’ad ibn Ubadah. Suatu ketika ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saran engkau jika saya mendapati istriku berzina dengan seorang laki-laki? Apakah saya harus menangguhkan balasan hingga mendapatkan empat orang saksi?” Nabi menjawab, “Benar!” Sa’ad berkata lagi, “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, bagaimana jika saya memukulnya dengan punggung pedang?” Nabi menjawab, “Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada dirinya.” (HR. Bukhari)

10 Aku tak pernah cemburu terhadap wanita seperti kecemburuanku terhadap Khadijah. Karena Nabi seringkali menyebut namanya. “Suatu hari beliau menyebut namanya, lalu aku berkata, “Apa yang engkau lakukan terhadap wanita tua yang merah kedua sudut mulutnya? Padahal Allah telah memberikan ganti yang lebih baik daripadanya kepadamu.” Nabi bersabda, “Demi Allah, Dia tidak memberikan ganti yang lebih baik daripadanya kepadaku.” (HR. Bukhari)

11 Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, cukup bagimu Shafiyyah, dia itu begini dan begitu (pendek)”. Rasulullah berkata: “Sungguh engkau telah mengucapkan satu kata, yang seandainya dicampur dengan air laut, niscaya akan dapat mencemarinya” (HR Abu Dawud).

12 Ketika Nabi berada di rumah seorang istrinya, istri beliau yang lain mengirimkan sepiring makanan untuknya. Istrinya tersebut segera memukul tangan pelayan yang membawa piring makanan hingga terjatuh. Nabi pun mengumpulkan pecahan piring dan makanan yang berserakan seraya berkata, “Ibu kalian sedang cemburu”. Beliau lalu mengganti dengan piring yang masih utuh milik istri yang memecahkannya, sementara piring yang pecah disimpan. (HR Al Bukhari).

13 1. Rumah Tangga didirikan dengan berlandaskan ibadah. 2. Nilai-nilai islam dapat terinternalisasi secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga. 3. Hadirnya Qudwah/teladan yang nyata 4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam. 5. Rumah terkondisi bagi terlaksananya peraturan Islam.

14 6. Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar 7. Rumah tangga dihindarkan dari hal hal yang tidak sesuai dengan semangat islam 8. Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat. 9. Rumah Tangga dijaga dari pengaruh yang buruk 10. Masing-masing anggota keluarga harus diposisikan sesuai syariat.

15  Bertaqwa Kepada Allok SWT  Dzikrulloh  Bersabar mengendalikan cemburu  Menjauhi pergaulan yang buruk  Berprasangka baik (positif thinking)

16  Bersikap qana’ah (menerima segala ketentuan Allah swt dengan lapang dada)  Selalu mengingat kematian dan hari akhirat  Berdoa mohon pertolongan Allah swt  Sibukkan diri dengan amal sholeh

17

18 PENGAJIAN BUNDA MUSLIMAH “AZ-ZAHRA” Pondok Mutiara Blok BE No. 10 Sidoarjo Telp : , CALL CENTER : Rekening Donasi : BRI Syari’ah No. Rek : a/n : Titik Nurhayati / Farida Aryanti Contact Person : TITIEK SULAYKHA (HUMAS) –


Download ppt "Mengendalikan Cemburu ( Al-Ghairah ) adalah tindakan menahan diri untuk tidak khawatir dalam ketidaksukaan atas keterlibatan Sesuatu Yang lain, agar supaya."

Similar presentations


Ads by Google