Presentation is loading. Please wait.

Presentation is loading. Please wait.

TAKWA. Pengertian dan Kedudukan 1. Pengertian Takwa dari kata waqaya (Arab) berarti takut, menjaga diri, memelihara, tanggung jawab dan memenuhi kewajiban.

Similar presentations


Presentation on theme: "TAKWA. Pengertian dan Kedudukan 1. Pengertian Takwa dari kata waqaya (Arab) berarti takut, menjaga diri, memelihara, tanggung jawab dan memenuhi kewajiban."— Presentation transcript:

1 TAKWA

2 Pengertian dan Kedudukan 1. Pengertian Takwa dari kata waqaya (Arab) berarti takut, menjaga diri, memelihara, tanggung jawab dan memenuhi kewajiban. Orang yang bertakwa adalah orang yang takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan suruhan-Nya, tidak melanggar larangan-Nya, takut terjerumus kedalam perbuatan dosa. Orang yang bertakwa adalah orang yang menjaga (membentengi) diri dari kejahatan, memelihara diri agar tidak melakukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah, bertanggung jawab mengenai sikap, tingkah laku dan perbuatannya, serta memenuhi kewajibannya.

3 Takwa adalah sikap mental seseorang yang selalu ingt dan waspada terhadap sesuatu dalam rangka memelihara dirinya dari noda dan dosa, selalu berusaha melakukan perbuatan yang baik dan benar, pantang berbuat salah dan jahat kepada orang lain, diri sendiri dan lingkungannya.

4 2. Kedudukan takwa Kedudukan takwa bagi seorang muslim sangat penting dalam kehidupannya, sebab: a. Takwa adalah pokok segala pekerjaan b. Takwa adalah ukuran (parameter) kemuliaan seorang muslim (S.49: 13) c. Takwa sebagai Takwa sebagai dasar persamaan hak antara pria dan wanita (suami isteri) (Q.S. 4:1) d. Takwa sebagai pokok-pokok kebajikan (Q.S.2: 177)

5 B. Ciri-ciri orang Bertaqwa Dalam surat Al Baqarah 177 dinyatakan ciri-ciri orang bertakwa adalah : (1) Beriman kepada Allah, (2) beriman kepada Hari kemudian, (3) beriman kepda Malaikat, (4) beriman kepada Kitab-kitab, (5) beriman kepada Nabi-nabi, (6) mmberikan harta yang dicintainya kepada : kerabatnya, (7) anak-anak yatim, (8) orang-orang miskin, (9) musafir (yang memerlukan pertolongan), (10) orang-orang yang meminta-minta, (11) memerdekakan hamba sahaya, (12) mendirikan shalat, (13) menunaikan zakat, (14) orang-orang yang menepati janjinya kalau ia berjanji, (15) orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang betakwa. (Al Baqarah 2:177)

6 C. Ruang lingkup Menurut Hasan Langgulung takwa merupakan kesimpulan semua nilai yang terdapat didalam Al Quran. Takwa mencakup segala nilai yang diperlukan manusia untuk keselamatan dan kebahagiannya di dunia ini dan di akhirat kelak. Menurut Hasan Langgulung nilai-nilai takwa yang dibutuhkan manusia dapat digolongkan atas (tiga), yaitu (1) nilai-nilai perseorangan, (2) nilai-nilai kekeluargaan, (3) nilai-nilai sosial, (4) nilai-nilai kenegaraan dan (5) nilai keagamaan.

7 Dalam arti memelihara takwa meliputi empat jalur hubungan manusia, yaitu: a. Hubungan manusia dengan Allah, b. Hubungan manusia dengan hati nurani atau dirinya sendiri,c. hubungan manusia dengan sesama manusia, d. hubungan mnusia dengan lingkungan hidup. Keempat hubungan tersebut harus dikembangkan secara selaras dan seimbang. Hubungan manusia dengan Allah meliputi: (1) beriman kepada Allah, (2) beribadah kepada-Nya, (3) mensyukuri nikmat-Nya, (4) bersabar menerima cobaan Allah, (5) memohon ampun atas segala dosa dan tobat untuk tidak lagi melakukan kejahatan.

8 Hubungan manusia dengan dirinya sendiri, meliputi: (1) sabar, (2) pemaaf, (3) adil, (4) ikhlas, (5) berani, (6) memegang amanah, (7) mawas diri, (8) mengembangkan semua sikap dalam akhlak yang baik. Hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: (1) tolong menolong, (2) suka memaafkan kesalahan orang lain, (3) menepati janji, (4) lapang dada, (5) menegakkan keadilan dan berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain.

9 Hubungan manusia dengan kingkungan hidup meliputi: memlihara dan menyayangi binatang dan tumbuh- tumbuhan, tanah, air dan udara serta semua alam semesta untuk kesejahteraan manusia dan makhluk lainnya tanpa membuat kerusakan atau kehancuran alam, sehgingga generasi beikutnya tidak dapat mengolah dan menikmati alam lagi. Konsekwensi dari keempat hubungan diatas, manusia bertakwa harus mengembangkan 4 (empat) tanggung jawab dan kewajiban, yaitu: (1) tanggung jawab kepada Allah, (2) kepada hati nurani sendiri, (3) kepada manusia lain, dan (4) tanggung jawab memelihara hewan, tumbuh- tumbuhan, air, udara, tanah dan kekayaan seluruh alam yang diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan makhluknya.


Download ppt "TAKWA. Pengertian dan Kedudukan 1. Pengertian Takwa dari kata waqaya (Arab) berarti takut, menjaga diri, memelihara, tanggung jawab dan memenuhi kewajiban."

Similar presentations


Ads by Google