Presentation is loading. Please wait.

Presentation is loading. Please wait.

TEGANGAN DAN REGANGAN GESER SHEAR STRESS AND STRAIN

Similar presentations


Presentation on theme: "TEGANGAN DAN REGANGAN GESER SHEAR STRESS AND STRAIN"— Presentation transcript:

1 TEGANGAN DAN REGANGAN GESER SHEAR STRESS AND STRAIN
Fredy Kurniawan, PHD

2 CONTOH TEGANGAN GESER GANDA DOUBLE SHEAR STRESS ILUSTRATION
Sebagai ilustrasi tentang aksi tegangan geser, tinjaulah sambungan dengan baut seperti terlihat dalam Gambar l-25a. Sambungan ini terdiri atas batang datar A, pengapit C, dan baut B yang menembus lubang di batang dan pengapit. Akibat aksi beban tarik P, batang dan pengapit akan menekan baut dengan cara tumpu (bearing), dan tegangan kontak, yang disebut tegangan tumpu (bearing stresses), akan timbul. Selain itu, batang dan pengapit cenderung menggeser baut, dan kecenderungan ini ditahan oleh tegangan geser pada baut. Untuk memperjelas aksi tumpu dan tegangan geser, mari kita lihat sambungan tersebut dari samping (Gambar 1-25b). Dengan sudut pandang ini kita menggambar diagram benda-bebas dari baut (Gambar 1-25c). Tegangan tumpu yang diberikan oleh pengapit ke baut ada di bagian kiri dari diagram benda bebas dan diberi label 1 dan 3. Tegangan dari batang ada di bagian kanan dan diberi label 2. Distribusi aktual tegangan tumpu sulit ditentukan sehingga biasa diasumsikan bahwa tegangan ini terbagi rata. Berdasarkan atas asumsi terbagi rata, kita dapat menghitung tegangan tumpu rata-rata ab dengan membagi gaya tumpu total Fb dengan luas tumpu Ab:

3 CONTOH TEGANGAN GESER TUNGGAL SINGLE SHEAR STRESS ILUSTRATION
Bolted connection in which the bolt is loaded in single shear Sebagai ilustrasi tentang aksi tegangan geser, tinjaulah sambungan dengan baut seperti terlihat dalam Gambar l-25a. Sambungan ini terdiri atas batang datar A, pengapit C, dan baut B yang menembus lubang di batang dan pengapit. Akibat aksi beban tarik P, batang dan pengapit akan menekan baut dengan cara tumpu (bearing), dan tegangan kontak, yang disebut tegangan tumpu (bearing stresses), akan timbul. Selain itu, batang dan pengapit cenderung menggeser baut, dan kecenderungan ini ditahan oleh tegangan geser pada baut. Untuk memperjelas aksi tumpu dan tegangan geser, mari kita lihat sambungan tersebut dari samping (Gambar 1-25b). Dengan sudut pandang ini kita menggambar diagram benda-bebas dari baut (Gambar 1-25c). Tegangan tumpu yang diberikan oleh pengapit ke baut ada di bagian kiri dari diagram benda bebas dan diberi label 1 dan 3. Tegangan dari batang ada di bagian kanan dan diberi label 2. Distribusi aktual tegangan tumpu sulit ditentukan sehingga biasa diasumsikan bahwa tegangan ini terbagi rata. Berdasarkan atas asumsi terbagi rata, kita dapat menghitung tegangan tumpu rata-rata ab dengan membagi gaya tumpu total Fb dengan luas tumpu Ab: In the example of Fig. 1-25, which shows a bolt in single shear, the shear force V is equal to the load P and the area A is the cross-sectional area of the bolt. However, in the example of Fig. 1-24, where the bolt is in double shear, the shear force V equals P/2.

4 CONTOH TEGANGAN GESER TUNGGAL SINGLE SHEAR STRESS ILUSTRATION

5 CONTOH TEGANGAN GESER TUNGGAL SINGLE SHEAR STRESS ILUSTRATION
The average shear stress on the cross section of a bolt is obtained by dividing the total shear force V by the area A of the cross section on which it acts, as follows:

6 TEGANGAN GESER DI SENDI BEARING STRESS BETWEEN STRUT AND PIN
A steel strut S serving as a brace for a boat hoist transmits a compressive force P 12 k to the deck of a pier (Fig. 1-30a). The strut has a hollow square cross section with wall thickness t in. (Fig. 1-30b), and the angle u between the strut and the horizontal is 40° . A pin through the strut transmits the compressive force from the strut to two gussets G that are welded to the base plate B. Four anchor bolts fasten the base plate to the deck. The diameter of the pin is dpin in., the thickness of the gussets is tG in., the thickness of the base plate is tB in., and the diameter of the anchor bolts is dbolt in. (a) Pin connection between strut S & base plate B. (b) Cross section through the strut S. Determine the following stresses: (a) the bearing stress between the strut and the pin, (b) the shear stress in the pin, (c) the bearing stress between the pin and the gussets, (d) the bearing stress between the anchor bolts and the base plate, and (e) the shear stress in the anchor bolts. (Disregard any friction between the base plate and the deck.)

7 TEGANGAN GESER DI SENDI BEARING STRESS BETWEEN STRUT AND PIN
Solution: (a) Bearing stress between strut and pin. The average value of the bearing stress between the strut and the pin is found by dividing the force in the strut by the total bearing area of the strut against the pin. The latter is equal to twice the thickness of the strut (because bearing occurs at two locations) times the diameter of the pin (see Fig. 1-30b). Thus, the bearing stress is This bearing stress is not excessive for a strut made of structural steel. (b) Shear stress in pin. As can be seen from Fig. 1-30b, the pin tends to shear on two planes, namely, the planes between the strut and the gussets. Therefore, the average shear stress in the pin (which is in double shear) is equal to the total load applied to the pin divided by twice its cross-sectional area:


Download ppt "TEGANGAN DAN REGANGAN GESER SHEAR STRESS AND STRAIN"

Similar presentations


Ads by Google