Presentation is loading. Please wait.

Presentation is loading. Please wait.

Al-Fath (8) سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا.

Similar presentations


Presentation on theme: "Al-Fath (8) سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا."— Presentation transcript:

1 Al-Fath (8) سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: "Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami"; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya, katakanlah : "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. sebenarnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ibnu Abbas ra dan Mujahid rhm: Mereka yang berpaling untuk ikut dengan Rasul saw saat itu diantaranya dari Kabilah Ghifar, Juhaiah, Aslam..yaitu mereka yang tinggal di sekitar Kota Madinah. Mereka enggan untuk ikut serta pergi bersama Rasul saw karena disibukkan dengan dunianya. Oleh karena itu dikatakan:

2 {المخلفون} لأن الله خلفهم عن صحبة نبيه. “Al-Mukhallafuuna” karena Allah swt memalingkan mereka untuk menemani Nabinya. Mereka mengatakan: {شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا} أي ليس لنا من يقوم بهما. “Telah menyibukkan kami harta dan keluarga kami”, karena tidak ada yang mengurusi keduanya {فَاسْتَغْفِرْ لَنَا} جاؤوا يطلبون الاستغفار واعتقادهم بخلاف ظاهرهم، “Mohonkan ampunan untuk kami” mereka datang meminta ampunan, dan keyakinan mereka berbeda dengan dzahir mereka. Para Sahabat Mendatangi Rasul saw وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS.An-Nisa, 64)

3 Ibnu Umar ra: أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أُبَيٍّ لَمَّا تُوُفِّيَ، جَاءَ ابْنُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَعْطِنِي قَمِيصَكَ أُكَفِّنْهُ فِيهِ، وَصَلِّ عَلَيْهِ، وَاسْتَغْفِرْ لَهُ، فَأَعْطَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَمِيصَهُ، فَقَالَ: «آذِنِّي أُصَلِّي عَلَيْهِ» ، فَآذَنَهُ، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَيْهِ جَذَبَهُ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَقَالَ: أَلَيْسَ اللَّهُ نَهَاكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى المُنَافِقِينَ؟ فَقَالَ: " أَنَا بَيْنَ خِيَرَتَيْنِ، قَالَ: {اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لاَ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً، فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ}" فَصَلَّى عَلَيْهِ، فَنَزَلَتْ: {وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا، وَلاَ تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ} Ketika Abdullah bin Ubay wafat, anaknya mendatangi Nabi Muhammad saw, dan berkata: Ya Rasul, tolong berikan kepadaku bajumu yang akan aku gunakan untuk kafannya dan tolong sholatkan serta do’akan baginya. Maka Nabi Muhammad saw memberikan bajunya, izinkan kepadaku untuk mensholatkannya, maka diberikanlah kepadanya izin. Dan ketika hendak mendirikan sholat, Umar ra menariknya sambil berkata: Bukankah Allah swt telah melarangmu untuk mensholatkan orang-orang munafik ? Rasul saw menjawab: “Saya berada dalam dua pilihan”, Allah swt berfirman: (kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka sama saja). Lalu Rasul saw mensholatkannya.

4 Lalu turun firman Allah swt: (Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka )..(Qs.At-Taubah, 80) Baju Nabi saw dikenakan kepada Abdullah bin Ubay setelah dikubur. Jabir ra: أَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أُبَيٍّ بَعْدَ مَا دُفِنَ، فَأَخْرَجَهُ، فَنَفَثَ فِيهِ مِنْ رِيقِهِ، وَأَلْبَسَهُ قَمِيصَهُ (HR.Bukhari) Umar bin Khattab ra: لَمَّا مَاتَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ ابْنُ سَلُولَ، دُعِيَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهِ، فَلَمَّا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَثَبْتُ إِلَيْهِ، فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَتُصَلِّي عَلَى ابْنِ أُبَيٍّ وَقَدْ قَالَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا : كَذَا وَكَذَا؟ أُعَدِّدُ عَلَيْهِ قَوْلَهُ، فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ : « أَخِّرْ عَنِّي يَا عُمَرُ » فَلَمَّا أَكْثَرْتُ عَلَيْهِ، قَالَ : « إِنِّي خُيِّرْتُ فَاخْتَرْتُ، لَوْ أَعْلَمُ أَنِّي إِنْ زِدْتُ عَلَى السَّبْعِينَ يُغْفَرُ لَهُ لَزِدْتُ عَلَيْهَا » قَالَ : فَصَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ انْصَرَفَ، فَلَمْ يَمْكُثْ إِلَّا يَسِيرًا، حَتَّى نَزَلَتِ الآيَتَانِ مِنْ بَرَاءَةٌ : { وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا }

5 Berkata Umar ra: Apakah anda hendak mensholatkan Ibnu Ubay padahal dia telah melakukan ini dan itu, aku menghitungnya. Maka Rasul saw tersenyum dan berkata “Mundurlah dariku wahai Umar” ketika aku banyak berbicara. Rasul saw berkata: Sungguh aku telah diberi dua pilihan, seandainya aku mengetahui jika lebih dari tujuh puluh kali diberikan ampunan baginya pastilah aku akan melebihkannya”. Maka Rasul saw mendirikan sholat untuknya dan setelah selesai tidak berapa lama kemudian turunlah ayat (.. Dan janganlah kamu sekali-kali mensholatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasik) (Qs.At-Taubah, 84). (HR.Bukhari)

6 Urwah bin Zubair ra: أَنَّ امْرَأَةً سَرَقَتْ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ الفَتْحِ، فَفَزِعَ قَوْمُهَا إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يَسْتَشْفِعُونَهُ، قَالَ عُرْوَةُ: فَلَمَّا كَلَّمَهُ أُسَامَةُ فِيهَا، تَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ: «أَتُكَلِّمُنِي فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ» ، قَالَ أُسَامَةُ: اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَلَمَّا كَانَ العَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ خَطِيبًا، فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، ثُمَّ قَالَ: " أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ قَبْلَكُمْ: أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا Ada seorang wanita yang telah mencuri di masa Rasul saw di peperangan al-Fath, maka kaumnya mendatangi Usamah mereka meminta syafaat darinya. Berkata Urwah ra: Ketika Usamah membicarakannya berubah wajah Rasul saw, seraya bersabda: Apakah kamu membicarakan kepadaku tentang batasa dari batasan Allah ?!”. Berkata Usamah ra: Ya Rasul, Mohonkan ampunan bagiku… (HR.Bukhari) Harits bin Amr ra: أَنَّهُ لَقِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ، فَقُلْتُ : بِأَبِي أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، اسْتَغْفِرْ لِي، قَالَ : غَفَرَ اللَّهُ لَكُمْ Beliau bertemu dengan Rasul saw di Haji Wada’, aku berkata: Demi orang tuaku ya Rasul, mohonkan ampunan untuk ku. Rasul berkata: Semoga Allah memberikan ampunan kepada kalian… (HR.Ahmad)


Download ppt "Al-Fath (8) سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا."

Similar presentations


Ads by Google