Presentation is loading. Please wait.

Presentation is loading. Please wait.

A L -F ATH (9) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ

Similar presentations


Presentation on theme: "A L -F ATH (9) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ"— Presentation transcript:

1 A L -F ATH (9) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang Mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. (12) Orang-orang Munafik menyangka bahwa, Allah swt tidak akan membantu Rasul dan orang-orang Mukmin sehingga mereka tidak akan dapat kembali lagi ke Madinah. Mereka terbujuk dengan rayuan setan sehingga perasangka yang tidak baik ini tumbuh subur dalam hati mereka, selain itu mereka berburuk sangka kepada Allah swt. { وَكُنْتُمْ قَوْماً بُوراً } Mujahid dan Qatadah rhm: Orang yang merusak dan tidak berbuat kebaik sedikitpun Al-Jauhari rhm: Orang yang merusak yang akan dapat kehancuran dan tidak ada kebaikan padanya Ada yang mengatakan kata-kata Buura artinya orang-orang yang jahat.

2 Dalam ayat ini, mengandung larangan berburuk sangka terutama kepada Allah swt dan akibat yang buruk bagi mereka yang melakukannya. Allah swt: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Qs.Al-Hujurat, 12) وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan (Qs.Yunus, 36)

3 Rasul saw: Abu Hurairah ra, Rasul saw: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ، وَلاَ تَجَسَّسُوا، وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا إِخْوَانًا Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, sungguh prasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan, janganlah kalian mencari-cari kesalahan, janganlah saling iri dan jangan saling benci tapi jadilah kalian bersaudara (HR.Bukhari) Jauhilah prasangka buruk dengan kaum Muslimin dan janganlah membicarakan mereka tanpa ilmu atau pengetahuan yang yakin. Terjatuh pada kedustaan di prasangka itu lebih banyak daripada di pembicaraan. Jenis Buruk Sangka Berkata Sufyan rhm: الظَّنُّ ظَنَّانِ : فَظَنٌّ إِثْمٌ، وَظَنٌّ لَيْسَ بِإِثْمٍ، فَأَمَّا الظَّنُّ الَّذِي هُوَ إِثْمٌ فَالَّذِي يَظُنُّ ظَنًّا وَيَتَكَلَّمُ بِهِ، وَأَمَّا الظَّنُّ الَّذِي لَيْسَ بِإِثْمٍ فَالَّذِي يَظُنُّ وَلَا يَتَكَلَّمُ بِهِ Prasangka itu ada dua macam: Prasangka yang mengandung dosa, yaitu berperasangka buruk dan diungkapkan prasangkaannya dengan lisan atau perbuatan Prasangka yang tidak mengandung dosa, yaitu orang yang ber- prasangka buruk tapi tidak ditampakkan.

4 Buruk Sangka Dengan Orang Baik Ketika Menafsirkan ayat “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa..” Berkata At-Ts’alabi rhm: لَا تَظُنُّوا بِأَهْلِ الْخَيْرِ سُوءًا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ مِنْ ظَاهِرِ أَمْرِهِمُ الْخَيْرَ Janganlah kalian berburuk sangka dengan orang baik jika kalian mengetahui dari yang tampak kebaikan mereka. Berprasangka Baik Mendatangkan Kebaikan Abu Hurairah ra, Rasul saw, Allah swt berfirman : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي، إِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ … Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku, Aku bersamanya saat dia mengingat-Ku, jika dia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku, bila menyebutkan-Ku di hadapan khalayak ramai Aku akan menyebutkan di hadapan khalayak yang lebih baik dari mereka …(HR.Musim)

5 Berprasangka Baik Saat Wafat Jabir ra mengatakan: Tiga hari sebelum wafatnya, Rasul saw bersabda: لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللهِ الظَّنَّ Janganlah sekali-kali saalah seorang diantara kalian wafat kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah swt. (HR.Muslim) Berprasangka Baik Adalah Ibadah Abu Hurairah ra, Rasul saw: حُسْنُ الظَّنِّ مِنْ حُسْنِ الْعِبَادَةِ Berbaik sangka adalah salah satu kebaikan ibadah (HR.Abu Daud) Ber-prasangka Dalam Urusan Dunia Musa bin Thalha bin Ubaidillah ra dari ayahnya: مَرَرْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَخْلٍ، فَرَأَى قَوْمًا يُلَقِّحُونَ النَّخْلَ، فَقَالَ : مَا يَصْنَعُ هَؤُلَاءِ؟ قَالُوا: يَأْخُذُونَ مِنَ الذَّكَرِ فَيَجْعَلُونَهُ فِي الْأُنْثَى، قَالَ: مَا أَظُنُّ ذَلِكَ يُغْنِي شَيْئًا، فَبَلَغَهُمْ، فَتَرَكُوهُ، فَنَزَلُوا عَنْهَا، فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،

6 فَقَالَ: " إِنَّمَا هُوَ الظَّنُّ، إِنْ كَانَ يُغْنِي شَيْئًا فَاصْنَعُوهُ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، وَإِنَّ الظَّنَّ يُخْطِئُ وَيُصِيبُ، وَلَكِنْ مَا قُلْتُ لَكُمْ: قَالَ اللَّهُ، فَلَنْ أَكْذِبَ عَلَى اللَّهِ Aku pernah lewat bersama Rasul sa di perkebunan kurma, beliau saw melihat satu kaum yang sedang menggabungkan (mengawinkan) pohon kurma. Maka beliau bertanya: Apa yang dilakukan oleh mereka ?, mereka berkata: Mereka mengambil dari yang jenis jantan lalu digabungkan dengan yang jenis betina. Beliau berkata: Aku kira itu tidak bermanfaat. Perkataan ini disampaikan kepada mereka, maka mereka meninggalkannya dan turun dari mereka (gagal). Maka hal ini disampaikan kepada Nabi saw, maka beliau berkata: Itu hanya prasangka saja, jika bermanfaat lakukan, sungguh aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, dan prasangka itu ada yang benar dan ada yang salah, tetapi apa yang aku ucapkan “Allah swt berfirman” sungguh aku tidak akan berdusta mengatas namakan Allah swt. (HR.Ibnu Majah, Shahih)

7 Perbedaan حسن الظن dan الغرور al-Ghurur, seseorang yang tanpa ber-amal sholeh tapi berbaik sangka kepada Allah swt dengan mendapat surga atau ridha-Nya. Berbaik sangka kepada Allah swt padahal selalu bermaksiat kepada-Nya Ad-Dzan, Setelah ber-amal sholeh dia berbaik sangka untuk mendapat surga dan ridha Allah swt. Berbaik sangka setelah berusahan menjauhi maksiat


Download ppt "A L -F ATH (9) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ"

Similar presentations


Ads by Google